Kurikulum
S1 Bioteknologi UNESA
Program
Studi S1 Bioteknologi mengadopsi kerangka pengelompokan mata kuliah berdasarkan
Alokasi Takaran Kredit Semester (SKS) serta Standar Isi Minimum Kelompok
Pembelajaran yang telah ditetapkan oleh Ikatan Program Studi Bioteknologi
Indonesia (IPSBI). Merujuk kepada Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia
(IPSBI), bahan kajian dirancang bertujuan untuk memberikan landasan akademik
dan profesional yang kuat bagi mahasiswa. Secara lebih khusus, bahan kajian ini
terbagi ke dalam empat kelompok bahan kajian utama yang dirancang untuk
mencakup berbagai aspek penting dalam pendidikan bioteknologi dengan rincian:
1.
Pengembangan Kepribadian (Kode: A) Kelompok ini mencakup mata kuliah wajib yang
bertujuan untuk membentuk kepribadian mahasiswa sesuai dengan nilai-nilai luhur
bangsa. Mata kuliah seperti Agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan disertakan
untuk memberikan pemahaman moral, etika, dan wawasan kebangsaan sebagai bekal
dalam kehidupan pribadi dan profesional.
2. Bahan
Kajian Inti Bioteknologi Nasional (Kode: B) Kelompok ini terdiri atas mata
kuliah inti yang menjadi fondasi keilmuan bioteknologi. Cakupan mata kuliah
meliputi Biologi Dasar, Pengantar dan Etika Bioteknologi, Bonggol Keilmuan
Bioteknologi, serta Bioentrepreneurship. Semua mata kuliah ini dirancang untuk
memastikan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip
dasar dan aplikasi bioteknologi.
3. Muatan
Pengayaan Wajib Bioteknologi Indonesia (Kode: C) Dalam kelompok ini, mahasiswa
akan mempelajari mata kuliah yang memperkaya wawasan mengenai megabiodiversitas
Indonesia. Fokusnya adalah pada relevansi bioteknologi dalam pengelolaan
keanekaragaman hayati, sehingga mahasiswa mampu memahami dan berkontribusi
terhadap pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan
4. Muatan
Khusus Institusi (Kode: D) Kelompok ini memberikan fleksibilitas kepada
institusi untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan spesifik, baik dalam
lingkup program studi maupun mata kuliah umum. Mata kuliah ini dirancang untuk
mendukung penguatan kompetensi mahasiswa sesuai dengan visi dan misi institusi.
Dengan
struktur bahan kajian ini yang diringkas pada Tabel 5, kurikulum Program Studi
S1 Bioteknologi diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara pembentukan
karakter, penguasaan ilmu pengetahuan, serta relevansi terhadap kebutuhan lokal
dan nasional dibidang bioteknologi.
Tabel 5. Bahan Kajian Program Studi
Sarjana Bioteknologi
|
No |
Kelompok Bahan Kajian |
Kode |
Deskripsi |
|
1 |
Pengembangan
Kepribadian |
A |
Terdiri
atas mata kuliah wajib yang berfungsi sebagai bekal pembentukan kepribadian
mahasiswa, termasuk mata kuliah seperti Agama, Pancasila, dan
Kewarganegaraan. |
|
2 |
BK Inti
Bioteknologi Nasional |
B |
Terdiri
atas mata kuliah inti bioteknologi yang mencakup Biologi Dasar, Pengantar dan
Etika Bioteknologi, Bonggol Keilmuan Bioteknologi, serta Bioentrepreneurship. |
|
3 |
Muatan
Pengayaan Wajib Bioteknologi Indonesia |
C |
Terdiri
atas mata kuliah yang memberikan pengayaan wawasan dalam megabiodiversitas
dan relevansi bioteknologi terhadap pengelolaan keanekaragaman hayati. |
|
4 |
Muatan
Khusus Institusi |
D |
Terdiri
atas mata kuliah wajib institusi dan program studi yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing institusi, termasuk pilihan prodi dan umum. |
Tabel 5 berikut ini menggambarkan pengelompokan
mata kuliah yang terstruktur dalam empat kelompok utama, yaitu Pengembangan
Kepribadian, BK Inti Bioteknologi Nasional, Muatan Pengayaan Wajib Bioteknologi
Indonesia, serta Muatan Khusus Institusi. Setiap kelompok dirancang untuk
memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis dan
praktis di bidang bioteknologi, tetapi juga mengembangkan kompetensi
kepribadian dan etika profesional yang diperlukan dalam dunia kerja. Alokasi
SKS yang terperinci dalam tabel ini mencerminkan komitmen kami untuk
menyediakan pendidikan yang seimbang dan berkualitas, memenuhi standar minimal
yang telah ditetapkan, serta mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di
industri bioteknologi nasional dan internasional.
Tabel 6. Takaran Bahan Kajian Bioteknologi
|
Kode |
Kelompok Bahan Kajian |
Materi Kajian |
Takaran SKS |
|
A |
MK Pengembangan Kepribadian |
Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa
Indonesia dll |
8 (5,55%) |
|
B |
BK Inti Bioteknologi Nasional |
B1 Biologi Dasar |
2 (1,39%) |
|
B2 Pengantar dan Etika Bioteknologi |
2 (1,39%) |
||
|
B3 Bonggol Keilmuan Bioteknologi |
46 (31,94%) |
||
|
B4 Bioenterpreneurship |
2 (1,39%) |
||
|
C |
Muatan Pengayaan Wajib Bioteknologi Indonesia |
Megabiodiversitas |
6 (4,17%) |
|
D |
Muatan Khusus Institusi |
Wajib Institusi (D1) |
78 (54,17%) |
|
Wajib Prodi (D2) |
|||
|
Pilihan Prodi |
|||
|
Pilihan Umum |
|||
|
|
Jumlah |
|
144 (100%) |
Tabel di atas memberikan gambaran menyeluruh
mengenai distribusi beban studi mahasiswa dalam program studi S1 Bioteknologi.
Dengan struktur ini, diharapkan mahasiswa dapat mencapai keseimbangan antara
pengembangan akademik, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter yang
kuat, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh asosiasi.
Kurikulum
Program Studi S1 Bioteknologi dirancang untuk membangun dasar ilmu yang matang
dalam bidang bioteknologi serta mengasah keterampilan praktis yang
relevandengan kebutuhan riset dan industri. Pembelajaran berlangsung selama 8
semester dan bertujuan untuk memastikan lulusan memiliki pemahaman menyeluruh,
kemampuan teknis yang unggul, serta kesiapan untuk berkontribusi disektor
pengolahan pangan dan nutrisi. Melalui pendekatan yang terstruktur dan
progresif, lulusan diharapkan dapat menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus
berperan penting dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Berikut ini merupakan rincian mata kuliah yang akan ditempuh
mahasiswa selama 8 semester.
Mata
Kuliah Prodi Sarjana Bioteknologi UNESA
Tabel 9. Mata Kuliah Prodi Sarjana
Bioteknologi UNESA
|
No. |
Nama
Mata Kuliah |
Kegiatan/SKS |
MK
Prasyarat |
|
|
Teori |
Prak |
|||
|
Semester I |
20 SKS |
|||
|
1. |
Agama |
2 |
||
|
2. |
Pendidikan
Jasmani dan Kebugaran |
2 |
||
|
3. |
Literasi
Digital |
2 |
||
|
4. |
Ketahanan
Pangan Global |
2 |
||
|
5. |
Kimia
Dasar |
2 |
1 |
|
|
6. |
Biologi
Dasar |
2 |
||
|
7. |
Pengantar
dan Etika Bioteknologi |
2 |
||
|
8. |
Megabiodiversitas |
3 |
||
|
9. |
Pengetahuan
Bahan Pangan |
2 |
||
|
Semester II |
20 SKS |
|||
|
10. |
Pancasila |
2 |
||
|
11. |
Bioentrepreneurship |
2 |
||
|
12. |
Bahasa
Inggris |
2 |
||
|
13. |
Matematika
untuk Ilmu Hayati |
2 |
||
|
14. |
Fisika
Umum |
2 |
||
|
15. |
Praktikum
Biologi |
0 |
2 |
Biologi
Dasar |
|
16. |
Kimia
Organik |
3 |
Kimia
Dasar |
|
|
17. |
Mikrobiologi
Dasar |
2 |
1 |
Biologi
Dasar |
|
18. |
Biologi
Sel dan Molekuler |
2 |
Biologi
Dasar |
|
|
Semester III |
21-23 SKS |
|||
|
19. |
Bahasa
Indonesia |
2 |
||
|
20. |
Pengetahuan
Instrumen Analitik |
2 |
||
|
21. |
Biokimia |
Kimia
Organik |
||
|
22. |
Genetika
dan Genomika |
Biologi
Sel dan Molekuler |
||
|
23. |
Fisiologi
Organisme |
Biologi
Dasar |
||
|
24. |
Mikrobiologi
Pangan |
Mikrobiologi
Dasar |
||
|
25. |
Bioinformatika
Struktural |
Matematika
untuk Ilmu Hayati, Biologi Sel dan Molekuler |
||
|
26. |
Kultur
Jaringan Tumbuhan |
\ |
Biologi
Sel dan Molekuler |
|
|
27. |
MK
Pilihan* |
0-2 |
||
|
Semester IV |
18-24 SKS |
|||
|
28. |
Kewirausahaan
Pangan Berkelanjutan |
2 |
Bioentrepreneurship |
|
|
29. |
Teknologi
Kultur Sel |
2 |
1 |
Biologi
Sel dan Molekuler |
|
30. |
Analisis
Mutu Pangan |
2 |
1 |
Kimia
Organik, Mikrobiologi Pangan, Pengetahuan Instrumen Analitik, Biokimia |
|
31. |
Teknik
Analisis Molekuler |
2 |
1 |
Pengetahuan
Instrumen Analitik, Biokimia |
|
32. |
Statistika
dan Analisis Data |
2 |
Matematika
untuk Ilmu Hayati |
|
|
33. |
Bioinformatika
Transkriptomika dan Sistem Biologi |
0 |
2 |
Bioinformatika
Struktural |
|
33. |
Bioeksplorasi
Inovatif |
2 |
1 |
Megabiodiversitas,
Kimia Organik, Biokimia, Pengetahuan Instrumen Analitik |
|
34. |
MK
Pilihan* |
0-6 |
||
|
Semester V |
22-24 SKS |
|||
|
35. |
Rekayasa
Genetika |
2 |
1 |
Genetika
dan Genomika, Teknik Analisis Molekuler, Bioinformatika Transkriptomika dan
Sistem Biologi |
|
36. |
Biologi
Sintetika |
2 |
Pengantar
dan Etika Bioteknologi, Genetika dan Genomika, Teknik Analisis Molekuler, Bioinformatika
Transkriptomika dan Sistem Biologi |
|
|
37. |
Metodologi
Penelitian |
2 |
Bahasa
Indonesia, Literasi Digital, Statistika dan Analisis Data |
|
|
38. |
Teknologi
Enzim |
2 |
1 |
Mikrobiologi
Dasar, Biokimia |
|
39. |
Teknologi
Bioproses |
2 |
Mikrobiologi
Dasar, Fisika Umum, Biokimia |
|
|
40. |
MK
Pilihan Institusional Rekognisi (MKPIR)* |
10 |
||
|
41. |
MK
Pilihan* |
0-2 |
||
|
Semester VI |
20-24 SKS |
|||
|
42. |
Sanitasi
Industri berbasis Bioteknologi |
2 |
Mikrobiologi
Pangan |
|
|
43. |
Operasi
Instrumen dan Validasi Metode Analisis |
3 |
Pengetahuan
Instrumen Analitik |
|
|
44. |
Bioteknologi
Pengolahan Limbah dan Remediasi |
2 |
Pengantar
dan Etika Bioteknologi, Kimia Organik, Mikrobiologi Dasar |
|
|
45. |
Bioteknologi
Industri |
3 |
Pengantar
dan Etika Bioteknologi, Teknologi Bioproses |
|
|
46. |
MK
Pilihan Institusional Rekognisi (MKPIR)* |
10 |
||
|
47. |
MK
Pilihan* |
0-4 |
||
|
Semester VII |
4-10 SKS |
|||
|
48. |
Proposal
Tugas Akhir |
2 |
Minimal
100 SKS, Nilai MetPen minimal C, dan IPK min 2,5 |
|
|
49. |
Kewarganegaraan |
2 |
||
|
50. |
MK
Pilihan* |
0-10 |
||
|
Semester VIII |
4-10 SKS |
|||
|
51. |
Tugas
Akhir |
4 |
||
|
52. |
MK
Pilihan* |
0-10 |
||
|
Total SKS ~145 SKS |
||||
Distribusi
Mata Kuliah
Diagram di bawah
menggambarkan komposisi proporsional jenis mata kuliah dalam kurikulum Program
Studi S1 Bioteknologi, yang tersusun atas beberapa kelompok utama. Mayoritas
beban studi difokuskan pada Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan Keilmuan
(MKKK), mencerminkan penekanan institusi pada penguasaan keilmuan inti dan
pengembangan kompetensi praktis yang mendalam. Sementara itu, kelompok mata
kuliah lain, seperti Mata Kuliah Wajib Kurikulum Nasional (MKWK Nas), Mata
Kuliah Wajib Kurikulum Institusi (MKWK Ins), Mata Kuliah Keilmuan Berbasis
Kewilayahan (MKKB), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK), dan Mata Kuliah Berbasis
Bidang (MKBB), memberikan spektrum wawasan yang luas dan mendukung pembentukan
lulusan yang berkarakter, beretika, adaptif, serta mampu bersaing di ranah
nasional maupun global. Dengan distribusi yang seimbang ini, mahasiswa
diharapkan dapat mengembangkan kompetensi secara holistik, mengintegrasikan
pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menjadi
profesional unggul di bidang bioteknologi.