Visiting Professor dari Thailand Dorong Kolaborasi Riset dengan Prodi Bioteknologi UNESA
Surabaya, 6-7 April 2026 – Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Visiting Professor Program yang berlangsung pada Senin, 6 April 2026. Bertempat di Auditorium Fakultas Ketahanan Pangan, Kampus UNESA 3, Jl. Dr. Moestopo No. 4, Surabaya, acara ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Chakrit Tachaapaikoon dari King Mongkut's University of Technology Thailand (KMUTT) sebagai visiting professor, bersama Prof. Dr. Nining Widyah. K. M.Appl.Sc. Mengusung tema "Bio-Innovation for Bio Circular Green Bio Economy" and "Enzyme Technology and Microbial Utilization", kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang diskusi strategis tentang inovasi hayati dalam kerangka ekonomi hijau dan sirkular. Meskipun diselenggarakan oleh fakultas, kehadiran Assoc. Prof. Dr. Chakrit membuka peluang besar bagi Program Studi Bioteknologi UNESA untuk menjalin kolaborasi riset internasional. Assoc. Prof. Dr. Chakrit Tachaapaikoon dikenal memiliki rekam jejak penelitian di bidang enzim, mikrobiologi industri, dan bioproses. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan bioteknologi dalam mendukung konsep Bio-Circular-Green (BCG). "Bioteknologi adalah tulang punggung dari ekonomi hijau. Mulai dari pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, hingga produksi bioenergi dan bahan baku terbarukan," ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Nining Widyah. K. M.Appl.Sc. menambahkan bahwa sinergi antara Fakultas Ketahanan Pangan dan Prodi Bioteknologi sangat strategis. "Kami berharap kunjungan Prof. Chakrit tidak berhenti di guest lecture ini. Prodi Bioteknologi UNESA siap memfasilitasi kolaborasi lebih lanjut, baik dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, maupun pertukaran mahasiswa dan dosen," jelasnya. Para dosen dan mahasiswa Bioteknologi UNESA yang hadir tampak antusias mengikuti sesi diskusi. Beberapa topik yang mengemuka antara lain potensi kerja sama dalam pengembangan enzim lokal, biokonversi limbah agroindustri, serta aplikasi bioteknologi untuk ketahanan pangan berkelanjutan.
Menuju
Kolaborasi Riset Internasional
Kepala Program Studi Bioteknologi UNESA menyambut baik potensi kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran visiting professor dari Thailand menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring riset prodi ke tingkat ASEAN. "Kami akan menindaklanjuti diskusi ini dengan menyusun proposal riset bersama dan menjajaki program visiting researcher maupun student exchange. Ini sejalan dengan visi Prodi Bioteknologi UNESA untuk menjadi pusat unggulan bioteknologi berbasis riset kolaboratif," ujarnya. Dengan adanya Visiting Professor Program dari Fakultas Ketahanan Pangan ini, Prodi Bioteknologi UNESA optimistis dapat semakin memperkuat posisinya dalam kancah penelitian internasional, khususnya di bidang bio-ekonomi dan bioteknologi industri.