Prodi Bioteknologi Gelar Coaching Clinic Penulisan Artikel Ilmiah guna Tingkatkan Publikasi Internasional
Senin, 08 Juni 2026 – Program Studi Bioteknologi menyelenggarakan
kegiatan Coaching Clinic Penulisan Artikel dengan tema "Break
the Barrier: One-Day Workshop to Complete Your Article Draft" yang
bertempat di Ruang Digital FKP. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00
hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh sejumlah dosen Program Studi Bioteknologi.
Acara dibuka oleh Koordinator Program Studi
yang memaparkan profil prodi serta menekankan pentingnya program OLOD (One
Lecturer One Document), yakni target bagi setiap dosen untuk memiliki
minimal satu publikasi ilmiah yang terindeks Scopus.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Pak
Abdul Wafi, PhD, peneliti aktif dari Pusat Riset Teknologi dan Proses
Pangan, BRIN. Dalam paparannya, beliau menyoroti posisi Indonesia yang
berada di peringkat 35 dunia berdasarkan jumlah dokumen di Scimago Journal
Ranking, namun dampaknya (H-index) masih berada di urutan 59. Beliau menekankan
bahwa publikasi yang berkualitas sangat krusial untuk reputasi akademik,
kolaborasi global, dan peluang mendapatkan dana hibah internasional.

Dalam sesi materi, Pak Abdul Wafi menjelaskan
bahwa fondasi riset harus solid, mulai dari preparasi sampel hingga eksperimen
yang komprehensif agar data bersifat traceable dan reproducible.
Peserta juga dibekali strategi menemukan novelty dan research gap
melalui analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak seperti VOSviewer dan
Datawrapper. Selain itu, diperkenalkan pula pemanfaatan teknologi AI seperti
Quillbot, Paperpal, dan Perplexity untuk membantu proses parafrase dan
penyusunan manuskrip agar lebih efektif.
Kegiatan diakhiri dengan sesi coaching, di
mana narasumber memberikan ulasan langsung terhadap draf artikel milik peserta.
Beberapa poin evaluasi umum yang diberikan meliputi penguatan judul penelitian
agar lebih spesifik (10-15 kata), peningkatan resolusi gambar, serta penekanan
pernyataan novelty pada bagian pendahuluan. Workshop ini diharapkan
dapat mendorong para dosen untuk segera menyelesaikan draf artikel mereka dan
menembus jurnal internasional bereputasi