Menelisik Potensi Tumbuhan Garcinia celebica endemik Kalimantan sebagai Harapan Baru Terapi Kanker Rahim
[Surabaya, 10 November 2025] — Di tengah upaya global dalam melawan kanker pada wanita, terobosan menarik muncul dari dunia bioteknologi Indonesia. Tumbuhan liar yang dikenal dengan nama lokal “kandis” — Garcinia celebica — kini menjadi sorotan para peneliti karena kandungan senyawa aktifnya yang menjanjikan sebagai agen antikanker. Selama beberapa tahun terakhir, penelitian fitokimia menunjukkan bahwa Garcinia celebica mengandung kelompok senyawa seperti triterpenoid, santon, benzofenon, dan polifenol. Sebagai contoh, salah satu penelitian menyebutkan isolasi senyawa triterpenoid dari daun Garcinia celebica yang mempunyai aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker rahim (line HeLa) (Saputri, 2025). Selain itu, ekstrak daun menunjukkan aktivitas antioksidan kuat. Meskipun penelitian langsung terhadap kanker rahim belum banyak dilaporkan, temuan-temuan ini membuka peluang untuk aplikasi dalam kanker serviks dan endometrium.
Potensi untuk Kanker Rahim
Kanker rahim, termasuk kanker endometrium dan kanker serviks, masih menjadi beban kesehatan yang signifikan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian yang dapat menyediakan terapi baru sangat dibutuhkan. Salah satu mekanisme kerja senyawa Garcinia adalah memicu kematian sel (apoptosis) dan menghambat proliferasi sel kanker serta jalur sinyal onkogenik seperti Akt. Mengingat keterkaitan jalur sinyal seperti Akt dan proliferasi sel dengan berbagai jenis kanker, senyawa dari Garcinia celebica dapat menjadi kandidat penelitian untuk kanker rahim.
Para peneliti juga menemukan bahwa ekstrak Garcinia celebica mengandung senyawa yang bersifat imunomodulator dan antiinflamasi, yang relevan mengingat peradangan kronis merupakan faktor risiko beberapa jenis kanker rahim. X
Tantangan & Langkah Selanjutnya
Meski potensi besar, terdapat sejumlah tantangan penting:
Uji praklinis dan klinis masih diperlukan untuk memastikan keamanan, efek samping, dosis efektif, serta mekanisme aksi secara lengkap.
Karena banyak senyawa berasal dari tumbuhan liar, aspek keberlanjutan bahan baku dan regulasi pengembangan obat berbasis tumbuhan juga harus diperhatikan.
Implikasi bagi Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk spesies Garcinia yang endemik. Pemanfaatan potensi ini dalam riset antikanker bisa membawa dua manfaat besar: pengembangan obat lokal yang lebih terjangkau dan peningkatan nilai ekonomi sumber daya alam nasional.
Jika penelitian berhasil, Garcinia celebica bisa menjadi contoh bagaimana bioteknologi dan pengobatan tradisional Indonesia berpadu untuk menghasilkan terapi modern berbasis bahan lokal.
Potensi senyawa aktif dari Garcinia celebica sebagai agen antikanker — khususnya untuk kanker rahim — membuka babak baru dalam penelitian kanker di Indonesia. Namun, dibutuhkan kolaborasi antara ilmuwan, lembaga riset, industri farmasi, dan regulasi kesehatan agar temuan ini dapat bergerak dari laboratorium ke pasien.
Dengan komitmen dan sumber daya mendukung, “kandis hutan” kita mungkin suatu hari akan dikenal bukan hanya sebagai pohon liar, tetapi sebagai harapan baru bagi pasien kanker wanita di Indonesia.
Penulis: Ratih Dewi Saputri, Ahli Bioteknologi – Departemen Bioteknologi, Fakultas Ketahanan Pangan, Universitas Negeri Surabaya
Website: bioteknologi.fkp.unesa.ac.id
Email: [email protected]