berita terkait
- Biotech Research Talk Seri 8: Menggali Potensi Bioteknologi Modern dari Ekosistem Antartika hingga Kecerdasan Buatan
- Peringati Hari Yoga Internasional, UNESA Pecahkan Rekor MURI Bersama Anjasmara dan Mahasiswa Bioteknologi
- Gebyar Hari Yoga Internasional 2026: UNESA Cetak Rekor MURI Bersama Anjasmara dan Ribuan Peserta
- BiotechTalk7# Inovasi Pikel Bawang Putih Tunggal Fermentasi: Terobosan Baru Pangan Fungsional Antidiabetes dari UNESA
- Prodi Bioteknologi Gelar Coaching Clinic Penulisan Artikel Ilmiah guna Tingkatkan Publikasi Internasional
Program Studi S1 Bioteknologi UNESA
Program Studi S1 Bioteknologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya Produk Inovasi Mahasiswa yang menampilkan berbagai hasil kreativitas dan inovasi mahasiswa di bidang pangan, kesehatan, fermentasi, serta produk ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu bioteknologi dalam bentuk produk nyata yang inovatif dan aplikatif. Acara tersebut merupakan bagian dari goals Mata Kuliah Bioentrepreneurship, yang melatih mahasiswa untuk memiliki jiwa kewirausahaan.
Sebanyak 16 stand produk dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Berbagai inovasi menarik berhasil mencuri perhatian pengunjung, mulai dari produk pangan fungsional, minuman fermentasi, kosmetik alami, hingga produk berbasis pemanfaatan limbah.
Stand 1 menghadirkan UNE-SaBar, snack bar berbasis tempe yang kaya gizi dan praktis dikonsumsi. Stand 2 memperkenalkan Banana Peel Wrap, kemasan minuman instan berbahan pektin kulit pisang sebagai solusi pengurangan limbah plastik. Sementara itu, CheeseNut pada Stand 3 menawarkan keju nabati hasil fermentasi kacang tanah yang cocok untuk vegan dan penderita intoleransi laktosa.
Pada bidang kesehatan dan perawatan tubuh, mahasiswa menampilkan Freshbiome, deodorant probiotik alami, serta Ecoco Sparkling dan Beryzyme, sabun alami berbahan eco-enzyme dan bahan alami yang ramah lingkungan.
Inovasi pangan fermentasi modern juga menjadi daya tarik tersendiri melalui produk Rempah Yo, Mille-Bucha, Chiaboo, hingga Alopina yang mengombinasikan konsep pangan sehat, fermentasi, dan cita rasa kekinian. Selain itu, produk Aroma Nara berhasil menarik perhatian karena memanfaatkan limbah minyak jelantah dan ampas kopi menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi.
Kegiatan gelar karya berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa Fakultas Ketahanan Pangan, dosen, maupun tenaga kependidikan (tendik) yang hadir. Banyak pengunjung tidak hanya melihat dan mencoba produk, tetapi juga turut membeli berbagai produk inovasi mahasiswa Bioteknologi sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kerja keras mahasiswa. Beberapa stand bahkan ramai dikunjungi sejak awal acara karena menawarkan konsep produk yang unik, menarik, dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut di masyarakat maupun industri. Interaksi aktif antara mahasiswa dan pengunjung juga menciptakan suasana pameran yang edukatif dan inspiratif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai inovasi produk berbasis bioteknologi, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, kewirausahaan, dan kerja tim. Gelar karya ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk yang bermanfaat, berdaya saing, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.