Duet Maut Bioteknologi: UNESA x PUI-PT Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati BIOME Unair Siap Guncang Dunia Riset
SURABAYA, 12 Februari 2026 – Langkah besar diambil oleh Program Studi Bioteknologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam memperkuat ekosistem risetnya. Baru-baru ini, UNESA resmi melakukan inisiasi kerja sama (MoU) strategis dengan PUI-PT Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati BIOME (Center for Bioinformatic and Molecular Engineering) Universitas Airlangga, sebuah langkah yang diprediksi akan mempercepat inovasi bioteknologi di Indonesia khususnya dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat).
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya penyatuan visi untuk menjawab tantangan kompleks di bidang kesehatan, pangan, dan rekayasa molekuler.
Tiga Pilar Kolaborasi: Riset, Publikasi, dan Inovasi
Inisiasi kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial yang akan menjadi motor penggerak bagi kedua belah pihak:
Akselerasi Riset Bersama (Joint Research)
Peningkatan Output Publikasi: Kolaborasi ini ditargetkan mampu menembus jurnal internasional bereputasi tinggi (Scopus Q1/Q2) melalui penggabungan data laboratorium dan analisis komputasi yang tajam.
Sharing Resources & Fasilitas: Membuka peluang bagi peneliti dan mahasiswa untuk mengakses teknologi mutakhir yang dimiliki kedua lembaga, memperpendek jarak antara ide dan realisasi produk.
Membangun "Hub" Bioteknologi Masa Depan
Pihak Bioteknologi UNESA menyatakan bahwa kerja sama dengan PUI-PT BIOME Unair adalah langkah taktis untuk meningkatkan daya saing lulusan dan peneliti. Dengan keahlian BIOME dalam molecular engineering, mahasiswa dan dosen UNESA dapat mengeksplorasi sisi terdalam dari biologi modern mulai dari genomics hingga proteomics. "Kolaborasi adalah mata uang baru dalam dunia sains. Dengan menggandeng BIOME Unair, kita tidak hanya berbagi lab, tapi berbagi visi untuk menciptakan solusi bioteknologi yang berdampak langsung pada masyarakat," ujar perwakilan tim Bioteknologi UNESA.
Dampak bagi Mahasiswa dan Akademisi
Bagi mahasiswa, inisiasi ini membuka pintu lebar untuk program magang riset, workshop intensif, hingga bimbingan bersama (co-supervising) untuk skripsi dan tesis. Hal ini diharapkan mampu mencetak talenta bioteknologi yang fasih dengan teknologi high-tech dan analisis data kompleks.